Ada Apa Dengan Android di dunia 3D

image source:pegawai.com

Android Pertama Berteknologi 3D – manusia selalu mencondongkan dirinya untuk mewujudkan apa yang dipikirkannya. Berawal dari simbol-simbol, gambar, hubungan melalui gambar berkiprah, dan  terakhir teknologi impian reality yg menginginkan global nyata di bawa ke alam virtual serta sebaliknya, alam impian yang terasa seperti dunia konkret. Namun hal ini masih dirasa belum cukup. Karena sederhana, batasan dunia virtual belum sama mirip realita. Sehingga perlu pengembangan yang lebih menakjubkan lagi.
Beberapa pembuat gadget global memang sedang berfokus buat berbagi impian Reality yang digadang-gadang akan sebagai masa depan teknologi di peradaban insan terkini ini. Walaupu tidak bisa dianggap salah , tetapi nyatanya pemikiran tidaklah sempit. Pasalnya, mengusung konsep yg mampu dibilang tidak baru, Peneliti Human Media Laboratory asal Universitas Queens pada Kanada berusaha membuatkan teknologi anti-mainstream yakni teknologi 3D.

Walaupun terbilang cerita lama  , teknologi 3D ini bisa dibilang muncul tanpa alat khusus sebagaimana yang biasa dipergunakan di teknologi 3D ketika ini (kacamata 3D). Hal ini juga menjadi pesaing berat konsep virtual to reality yg ingin digadang VR-Devices Karena VR-Devices masih memerlukan perangkat tambahan yg menyulitkan penggunanya.

Perangkan 3D teranyar ini disebut HoloFlex. FLeksibilitas berasal penamaan tadi Lantaran memang layar yg disuguhkannya dapat ditekuk-tekuk. Tentu saja, hal ini bisa dilakukan Lantaran memakai teknologi flexible organic light emitting display (FOLED), sebagaimana dilansir oleh Okezone (9/5/2016).

Cara kerjanya terbilang cukup sederhana walaupun di tatran teknologinya terbilang sulit. Pasalnya, gamabr yg akan diproses akan dipecah menjadi 12 blok piksel lebar. Ke 2 belas blok tersebut nantinya akan bersatu kembali pada layar menggunakan tampilan penuh 3D. Hal ini bisa terealisasi Karena teknologi ini memakai 3D flexible microlens yang berjumlah 16.000 titik.  Alhasil, gambar yg dihasilkan dapat dilihat dari segala arah dan  terkesan ada sebagaimana objek tiga Dimensi di biasanya.

Karena masih pada termin pengembangan, masih belum jelas akan seperti apa aplikasi teknologi 3D teranyar ini. Jika mengacu pada teknologi sebelumnya, maka gamabr yg akan diproses membutuhkan spesifikasi eksklusif untuk bisa dimunculkan dalam bentuk 3D. Sebagai model mempunyai layer rona tidak selaras supaya mengecoh pada menafsirkan cahaya yg masuh via kacamata 3D. Mungkin saja, buat teknologi ini setidaknya membutuhkan beberapa kamera sebagai inputan gambarnya. Sebab konsep 3D yg sesungguhnya mengharuskan inputan panjang x lebar x tinggi sebagaimana objek tiga dimensi di alam konkret. Baca juga Tilt Brush, software terbaru Besutan Google buat Menggambar pada VR dan  HP Bakal Ciptakan Chromebook dengan Dukungan VR.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »